Kangen

10:38 PM






Satu detik pertama aku masih bisa diam, satu detik kedua aku meracau tak keruan, satu detik ketiga aku sudah membakar habis gengsiku kemudian aku mengiriminya pesan singkat yang isinya: aku kangen!.
Detik ke empat aku tak mendapatkan respon balasannya, detik kelima aku masih tak mendapat responnya dan aku putuskan untuk tidur. Aku terlelap tenggelam dalam ketidaknyamanan perasaan kangenku ini. Benar benar keparat! Aku tidak tahan untuk tidak mengeluarkannya dari otak sebelah kananku yang aku pikir mungkin ia bercampur dengan sebuah kreativitasku yang hanya mentok di grade cukup. Persetan! Gengsiku yang selama ini aku bangun dengan susah payah agar menciptakan kesan hei-aku-bukan-wanita-murahan akhirnya runtuh juga.
Detik ke sekian ratus aku terbangun karena suara HP-ku berdering. dengan malas aku merenggutnya dan meletakkan di telingaku bahkan saat itu aku tak ingat apakah aku sudah menggeser tombol hijaunya.
Kemudian suara itu yang membuatku benar-benar berada di puncak kesadaranku. Aku tersenyum sumringah.
Dia tertawa dan mengatakan sesuatu yang kurang lebih seperti ini : aku baru saja membaca pesanmu. Kau mengatakan padaku sesuatu semacam kangen? makanya aku menelponmu. Apa kau baik baik saja?


Ku balas dengan senyuman paling manis yang tak akan dia lihat


You Might Also Like

0 comments