3 Tahunku

8:23 PM



“hei, papa kamu dirumah nggak?”
aku celingukan kanan kiri mencari arah suara. Okay yang ada ini hanya si mbah tukang sayur, aku, dan Tuhannn makhluk darimana ini? Didepanku berdiri dengan gagah sesosok pria tampan dengan dada bidangnya. Dan aku yakin bukan dia orangnya dengan asumsi : punya urusan apa dia dengan papaku? Aku kembali ke bumi setelah terpaku cukup lama.
“hei!” kali ini dia menghampiriku dan menyodorkan tangannya dan aku masih terpukau dibuatnya.
“oh… ehh…. Emmmm,.. ada kok dirumah” jawabku gelagapan sambil menjabat tangannya.
Aku cekikikan sendiri mengenang kisah 3 tahun yang lalu. 3 tahun laluku sekarang berada tepat pada radius 50 meter dari tempatku berdiri emmm… bersembunyi lebih tepatnya. Dan tetap saja aku masih terlalu takut untuk sekedar menatap matanya. Aku bersembunyi dibalik punggungnya yang indah, suaranya yang merdu, dan social medianya yang selalu aku pantau sejauh aku bisa. Sesekali aku menengok ke arah rumahnya, demi momen yang tak akan pernah bisa aku miliki, demi momen yang hanya bisa aku nikmati, dan demi 2 minggu selama dia disini.
Entah aku tersambar petir dimana hingga aku punya keberanian untuk mengiriminya pesan singkat yang nomer hp-nya aku dapat dari hasil menyogok salah satu tetanggaku.
Butuh 5 kali bolak balik ketik hapus untuk menemukan kata-kata yang pas agar tidak terlihat hei-aku-sedang-mendekatimu. Dan akhirnya hanya kata
 Hallo !
 ku paksakan tanganku bergerak kearah tombol send. Kemudian yang terjadi adalah aku menyesali kebodohanku, bahkan aku langsung mematikan HP-ku dan ku simpan di tempat yang aku-tak-memperhatikannya. Walaupun dalam hati aku berharap ketika aku buka HP-ku aku menemukan pesan balasannya. 1 jam pertama aku masih bertahan, 3 jam berikutnya aku buru-buru berlari meraih HP-ku secepat aku bisa, dan sialnya aku menaruhnya di tempat yang aku bahkan lupa bagaimana aku bisa menaruhnya disini??? Demi planet yang sekarang tinggal 8.
Aku tertawa sebisaku, dan kau lihat? Tak ada balasan darinya. Aku sendu.
Kemudian semua berjalan normal seperti apa adanya. Hingga ketika aku tak sengaja membuka HP dan menemukan 1 pesan yang belum terbaca.
Hallo juga. Gimana kabarmu?
Okay, tolong siapapun yang ada di dekatku! Pegangi aku jangan sampai aku terbang terlalu tinggi meninggalkan bumi.
Dan lagi lagi aku harus bolak balik 7 kali untuk sesi membalas ini ketik hapus ketik lagi hapus lagi.
Baik ! kamu?
Aku sudah puluhan kali bahkan ratusan bahkan jutaan kali membalas pesan singkat seorang cowok entah itu penting atau hanya basa basi tapi tidak ada yang seperti ini.
Hanya itu hanya sampai itu saja kemudian dia tak menanggapi balasan pesanku.
1 bulan, 2 bulan, 3 bulan…..
HP-ku berdering membangunkan lamunanku. Nomor asing.
“Halo, kamu lagi apa?” suara dari seberang yang menghanyutkan
Aku tersenyum simpul bahagia,


Hei kau yang 3 tahun telah bercokol dalam hatiku!

You Might Also Like

0 comments